APA
SERUNYA ‘TELOLET’?
“Sri, “Didin kemana? sudah sejak pagi tadi aku
tidak melihat wajahnya. “ tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama teman-temannya kepinggir
jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha,
mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat.” Jawab Bu Janah.
“Wah,
susah jelasinnya bu. Pokoknya itu lagi ngetrend. Ngomong-ngomong ,mau apa nyari
Didin bu?” Jawab Sri.
“Aku
mau nagih tugas yang aku kasih ke Didin. Sudah seminggu lebih dia gak juga ngumpulin.
Padahal udah mau terima rapot.” Jawab Bu Janah.
“Waduh,
pancen nakal itu Didin. Ayo bu kita cari aja!” Dengan sedikit jengkel Sri
menjawab.
“Oke
ayo Sri kita cari Didin!” Jawab Bu Janah.
Sri
dan Bu Janahjalan kaki pergi ke pinggir jalan raya di dekat sekolah. Setelah sampai
di jalan raya akhirnya Bu Janah mengerti apa yang dinamakan berburu telolet.
Ada banyak anak kecil di pinggir jalan menanti datangnya bus yang lewat dan berharap
bus itu membunyikan klakson teloletnya. Tidak sedikit dari mereka yang membawa papan
bertuliskan “Om Telolet Om”. Dan disitu pula terlihat Didin yang ikut bergabung
berburu telolet.
Bu
Mannah pun jalan menghampiri Didin. “Hayoo ,kamu gak garap tugas malah disini ya
Din!” Seru Bu Janah kepada Didin sambil menjewernya.
“Aduh,
ampun bu. Habis ini saya kerjakan.” JawabDidin
“hahaha
makanya kalo ada tugas di garap Din.” Saut Sri sambil tertawa.
Setelah
itu mereka bertiga kembali kesekolah. Setelah sampai dan masuk kelas, semua teman
sekelas Didin menertawakannya. Namun Didin malah ikut tertawa dan berteriak “Om
Telolet Om”.
Bu
Janah terheran-heran. Mengapa hal seperti itu bisa sangat menghibur.
“Sudah! Cepat kerjakan tugasmu Didin!” Sela Bu Janah.
Setelah
itu Bu Janah pergikeruang guru sambil masih terngiang-ngiang oleh kata-kata “Om
Telolet om”.
Sesampainya
di ruang guru, Bu Janah mencoba bertanya kepada beberapa guru,
“Pak
Jun, Bapak tau mengenai fenomena ‘Om telolet om’ yang lagi buming gak?
“Tau
dong bu. Wah Bu Janah ini ketinggalan jaman.” Jawab Pak Junaedi
“Anak
saya juga sering berburu telolet rame-rame sama temennya.” Sela Bu Kuli.
Bu
Janah bertambah bingung karena itu. Bagaimana hal seperti itu bisa menjadi
trending topic. Bahkan ia juga baru tahu bila fenomena tersebut sudah menjala
dunia internasional. Banyak orang asing mengetahui dan mengikuti aktivitas
berburu ‘telolet’. Bahkan artis-artis internasional ramai membicarakannya di
media social seperti twitter, instagram, dan lain-lain.
Demi
memuaskan rasa penasarannya , Bu Janah mengajak siswa di kelasnya untuk berburu
telolet di kemudian hari.
Setelah
mendengar ajakan Bu Janah, siswa-siswa sangat senang. Mereka terlihat
bersemangat sambil tertawa satu sama lain. Beberapa siswa menyiapkan papan
dengan bahan kardus dan menulis kata-kata “OM TELOLET OM”.
Bu
Janah dan siswa-siswa jalan kaki ke jalan raya, karena sekolah mereka yang
memang dekat dengan jalan raya.
Begitu
sampai di sana, beberapa siswa menyalakan hp untuk merekam kejadian ini. Lalu
sebagian siswa yang tidak merekam mengangkat papan tadi. Dan saat ada bus lewat
mereka langsung berteriak “ Om telolet omm!!!” Sang sopir bus pun membunyikan
klakson teloletnya. Siswa-siswa pun menyambut dengan tawa dan berteriak
“Horeee” karena terlalu senangnya.
Di
tengah-tengah siswa-siswa yang sangat sumringah itu, Bu Janah hanya terdiam dan
masih berpikir, “Apa serunya ‘telolet’?”
Ya, terima kasih. Ada banyak hal yang mestinya perlu diperbaiki, terutama dari segi tata tulis. Berikut contoh sebagian pembetulannya (maaf tanpa alinea, seharusnya ada).
BalasHapusAPA SERUNYA ‘TELOLET’?
“Sri, “Didin ke mana? Sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat, ” Jawab gumam Bu Janah.
“Wah, susah jelasinnya Bu. Pokoknya itu lagi ngetrend. Ngomong-ngomong, mau apa nyari Didin, Bu?” Jawab tanya Sri.
“Aku mau nagih tugas yang aku kasih ke Didin. Sudah seminggu lebih dia gak juga ngumpulin. Padahal udah mau terima rapot, ” Jawab kata Bu Janah.
“Waduh, pancen nakal itu Didin. Ayo Bu kita cari aja!” Dengan sedikit jengkel Sri menjawab.
“Oke ayo Sri kita cari Didin!” Jawab sahut Bu Janah.
Sri dan Bu Janah jalan kaki pergi ke pinggir jalan raya di dekat sekolah. Setelah sampai di jalan raya akhirnya Bu Janah mengerti apa yang dinamakan berburu telolet. Ada banyak anak kecil di pinggir jalan menanti datangnya bus yang lewat dan berharap bus itu membunyikan klakson teloletnya. Tidak sedikit dari mereka yang membawa papan bertuliskan “Om Telolet Om”. Dan Di situ pula terlihat Didin yang ikut bergabung berburu telolet.
Bu Mannah pun jalan menghampiri Didin. “Hayoo, kamu gak garap tugas malah di sini ya Din!” Seru Bu Janah kepada Didin sambil menjewernya.
“Aduh, ampun bu. Habis ini saya kerjakan, ” jawab Didin
“Hahaha makanya kalo ada tugas di garap Din, ” Saut Sri sambil tertawa.