Ibu, Kau Pahlawanku

                Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, Ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak dan panggilan “Ibu” dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini.
                Eny Indrati atau akrabnya dipanggil Bu Eny lahir di kota sejuta bunga (Magelang) tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1969. Sebagai anak ke 7 dari 7 bersaudara, masa kecilnya penuh dengan keceriaan karena lahir dikeluarga yang bahagia, dengan kepala keluarga yang bernama Soerachman. Soerachman sebagai kepala DPU Kota Magelang. Adapun ibunya bernama Ibu Hartati, beliau hanya sebagai ibu rumah tangga. Eny Indrati selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki karena beliau anak terakhir dengan kakak-kakaknya yang telah sukses dan merantau ke luar kota.
                Eny menghabiskan masa-masa keceriaannya di TK Iwka Kota Magelang yang terletak ditengah keramaian Kota Magelang lalu ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Dasar yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Magelang atau yang kerap disapa SD 6 Magelang. Setelah beliau lulus dari SD 6 Magelang tersebut, beliau  melanjutkan di SMP yang favorit tak hanya seputar Kota Magelang, namun juga seluruh Inonesia. Sekolah ini terkenal dengan lulusan yang membawa kesuksesan. Beliau menempuh SMP selama 3 tahun lamanya. Setelah menempuh SMP selama 3 tahun, beliau melanjutkan sekolahnya di Sekolah Menengah Atas yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo ini dengan nama yang cukup dikenal dengan nama SMAN 2 Magelang. SMA yang cukup terkenal di kalangan orang Magelang ini memiliki lingkungan yang asri dan halaman yang cukup luas. Beliau menempuh SMA juga selama 3 tahun seperti hal normalnya orang bersekolah di SMA. Setelah beliau lulus dari SMA, beliau melanjutkan ke senjang yang lebih tinggi di Yogyakarta dengan universitasyang bernama Universitas Negeri Yogyakarta, hingga selesai.
                Pada tahun 1987 beliau mengenal Bapak Santosa. Beliau berasal dari Jawa Barat tepatnya di Kota Subang. Beliau beraasal dari keluarga yang cukup baik dengan ayahnya bernama Sutamso dan Ibunya bernama Marina Marine mini memiliki 12 anak. Keluarganya tergolong keluarga yang mamur karena ayahnya bekerja sebagai TNI dan ibunya sebagai penjual kantin di Markas TNI yang berada di Surakarta. Bapak Santoso adalah anak ke 7 dari 12 bersaudara beliau lahir pada tanggal 16 Juli 1963. Bapak Santosopada masa kanak-kanaknya di TK yang berada di Subang selama 2 tahun, lalu beliau melanjutkan di SD Subang layaknya Bu Eny sekolah yaitu selama 6 tahun lamanya dengan penuh keceriaan. Setelah itu beliau melanjutkan di SMK Kartosuro, Surakarta. Hingga akhirnya beliau bekerja di PLN Kota Magelang sebagai Supervisor dank arena ia pandai ia diangkat sebagai Asisten Manager di PLN Kota Salatiga.
                Pada tahun 1993 Bapak Santoso dan Ibu Eny menikah dengan hati yang sangat gembira karena disetujui oleh kedua orang tuanya . setelah mereka menikah, dikaruniai 2 anak. Anak pertama bernama Teresia Sandra Anggita, yang lahir di Magelang pada tanggal 30 Desember 1994. Sandra menimba ilmu di TK Pertiwi Magelang lalu melanjutkan di SDN 3 Potrobangsan Magelang dan melanjutkan di SMP N 4 Magelang. Setelah itu Sandra melanjutkan pendidikannya di SMA N 2 Magelang yang cukup baik. Sekarang Sandra kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan jurusan Administrasi Negara, dan sekarang sedang mengambil skripsi.

                Ibu Eny dan Bapak Santosa dikarunia anak lagi yang bernama Sonia Siscabella. Sonia lahir di Kota Magelang pada tanggal 14 Desember 1998. Sonia menempuh masa kanak-kanaknya di TK Pius X Magelang dan melanjutkan di SD Tarakanita Magelang lalu melanjutkan di SMP Tarakanita Magelang. Setelah lulus dari SMP Tarakanita, Sonia masuk di SMA N 2 Magelang dan sekarang sedang duduk dibangku kelas 3.

Komentar

  1. Terima kasih. Pertama, Anda harus menyertakan foto/dokumen tokoh yang Anda tulis. Penulisan ke 7 mestinya (ke-7), singkatan SMP N 4, SMA N 2 yang benar (SMPN 4, SMAN 2), dikeluarga, dibangku yang benar --> di keluarga, di bangku (dipisah)!

    BalasHapus

Posting Komentar